Browse » Tanpa Kategori » Buku dan pensil adalah peralatan Sekolah

Buku dan pensil adalah peralatan Sekolah

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa pensil dan kertas sebagai alat tulis menulis. Fungsi pensil yang utama adalah untuk menuliskan sesuatu, sedangkan fungsi kertas yang utama adalah sebagai tempat menulis. Pensil dan kertas ini sangat dibutuhkan oleh semua orang, terutama oleh pelajar, bahkan pensil dan kertas sebagai alat wajib yang harus ada bagi pelajar jika sedang mengikuti Ujian Nasional.

Membaca judul diatas, mungkin teman-teman merasa heran dan menyepelekan judul tersebut. Mungkin teman-teman merasa judul diatas adalah konyol dan mengada-ada. Tapi bagi saya, judul itu sangat penting kita bicarakan, karena pada Pensil dan Kertas ada pelajaran hidup yang dapat kita ambil hikmahnya. Kira-kira pelajaran hidup apa yang bisa kita ambil dari Pensil dan Kertas? Tidak perlu penasaran kawan... Silahkan lanjut membaca tulisan dibawah ini.
 
Kita mulai dari kertas. Pelajaran hidup apa yang bisa kita ambil dari kertas? Tentu kita sudah tau, bentuk kertas itu bagaimana. Kertas yang digunakan oleh pelajar untuk belajar disebut buku tulis. Dalam buku tulis ada beberapa pelajaran hidup yang bisa kita ambil, diantaranya :
           
Pertama, bahwa saat kita membeli buku tulis, didalamnya masih putih dan bersih, belum ada coretan sama sekali. Tulisan apa nanti yang akan dituliskan di buku tersebut, itu tergantung pada yang punya buku, apakah akan ditulisi baik, atau jelek. Begitu juga dengan hidup kita, bahwa kita di lahirkan ke dunia dalam keadaan putih dan bersih, belum ada dosa sama sekali. Kalau kita dewasa, kita akan menjadi baik atau jahat itu tergantung dari orang tua dan lingkungan sekitar kita.
           
Kedua, kalau kita menulis pada buku tulis di lembar pertama misalnya, maka setelah selesai di lembar pertama, kita menulis di lembar kedua, ketiga, ke empat, dst. Dalam setiap lembar, inti dari tulisan kita mesti berbeda-beda, tergantung kita belajar tentang apa. Terkadang dalam kita menulis juga terjadi kesalahan, akhirnya dihapus dan dibetulkan kembali. Demikian juga dalam kehidupan kita, kita hidup di dunia ini selalu berwarna. Kadang sedih, kadang senang, bahkan kadang kita juga berbuat salah. Jadi, warnailah hidup kita ini dengan perbuatan yang baik. Jika terjadi kesalahan, segeralah kita memperbaiki diri dengan cara menghapus perbuatan salah tersebut dengan perbuatan baik.
           
Ketiga, setelah buku tulis sudah penuh dengan tulisan, maka kita ganti dengan buku tulis yang baru, begitu terus menerus sampai kita lulus sekolah. Demikian juga hidup kita, kita harus selalu bergerak, harus dinamis. Selesai pekerjaan yang satu, ganti pekerjaan yang lain, sampai tujuan kita telah tercapai.
           
Kawan..itu tadi filosofi dari buku tulis (kumpulan kertas). Sekarang giliran Pensil. Pelajaran yang dapat kita ambil dari pensil adalah :
           
Pertama, Pensil agar bisa dimanfaatkan harus diruncingi lebih dulu. Begitu juga dengan kita, agar kita bisa menjadi orang yang bermanfaat, maka kita harus “meruncingi” diri kita, yaitu dengan belajar yang rajin.
           
Kedua, Bagian Pensil yang dipakai untuk menulis adalah bagian hitam di dalam pensil (batu bara). Demikian juga dengan kita, yang dihargai dari diri kita adalah bagian terdalam dari diri kita, yaitu hati. Apalah gunanya fisik yang bagus, kekayaan yang melimpah, tapi hatinya jahat, tentu kita akan dijauhi oleh orang lain.
           
Ketiga, dalam penggunaannya pensil selalu sering patah, kalau ingin bisa digunakan lagi, harus diruncingi, patah lagi, diruncingi lagi, dst. Demikian juga kehidupan kita, dalam hidup, seringkali kita menjumpai masalah, bahkan tiap selesai masalah satu, akan muncul masalah lagi. Dalam menghadapi itu, kita harus selalu bangkit dan tidak boleh putus asa. Dalam hidup, yang dihitung bukanlah berapa kali kita jatuh, tapi berapa kali kita bangkit setelah jatuh itu.
           
Demikian teman-teman filosofi dari kertas dan pensil, semoga bermanfaat. Saya akhiri coretan ini dengan semboyan : “teruslah menulis, karena dengan menulis kita tidak akan hilang dari putaran sejarah”. Good Luck....


tgl-post2017-10-18 author-postAdministrator label-postTanpa Kategori
Print BeritaPrint PDFPDF



Ada 1 komentar untuk berita ini
  • foto_komentator
    Tri Budiarto 2011-11-30
    masak sih? padahal dulu jaman saya Sekolah ga pernah lho bawa buku sama pensil, saya Sekolah cuma modal seragam doank...
Tinggalkan Komentar

Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.websitekamudong.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas